Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Teman-teman guru, menjadi guru itu adalah cita-cita yang dulu tidak pernah saya membayangkan. Cita-cita awal saya bukanlah guru. Tetapi ternyata Allah berkendak lain, Takdir menjawab saya berada di dunia pendidikan.
Menikmati apa yang sudah digariskan ternyata luar biasa.
Memahami, mengamati, mengalanisa, menerima, memberi, dan senatiasa belajar.
Membersamai anak negeri, para generasi bangsa.
Dari belajar bersama mereka, kita sebagai guru akan mendapati hal-hal yang campur bawur. Hingga menjadi keunikan tersendiri.
10 Keunikan Jadi Guru
1. Mengajar sambil belajar — setiap hari ada ilmu baru dari murid sendiri.
2. Punya banyak “anak” tanpa melahirkan, tapi semuanya lahir dari kasih sayang.
3. Suara serak tapi hati tetap kuat, karena tiap kata bisa jadi doa.
4. Bisa marah dengan cinta, menegur bukan benci, tapi peduli.
5. Sabar tanpa batas, meski diuji setiap hari oleh tingkah laku yang beragam.
6. Bahagianya sederhana, cukup lihat muridnya paham atau tersenyum.
7. Menjadi teladan diam-diam, meski tak selalu disadari muridnya.
8. Tahu siapa yang bohong tanpa harus bertanya, karena matanya sudah terlatih oleh pengalaman.
9. Tetap datang meski lelah, sebab tanggung jawabnya lebih besar dari rasa capeknya.
10. Namanya mungkin dilupakan, tapi nasihatnya tinggal di hati sepanjang masa.
Semangat untuk semua guru-guru hebat . Semangat dan selamat mengabdi , Insya Allah lelah guru menjadi lillah . Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Penulis Ustadzah Sariyanti, S.Pd
2 komentar untuk “10 Keunikan Jadi Guru: Lelah yang Menjadi Lillah”
MasyaAllah….barakallah, para guru
Bagaimana pengalaman guru yang lain? Samalah?