Cerita Pagi

 

_Cerita pagi_

Oleh : Tyas Aqrobu R, S.Pd

Senin pagi sekitar pukul 07.00 saya pergi ke ATM. Ketika hendak membuka pintu, ada seorang anak perempuan mendatangi saya. Dengan tersenyum dia menawarkan bolpen dengan harga lima ribu rupiah per biji. Ketika saya tanya. “Dhek kamu tidak belajar pagi ini?” “Belajarnya nanti malam bu, ini saya cari tambahan uang untuk beli kuota”. Jawabnya.

Sebagai guru saya terenyuh. Seusia mereka sudah berfikir demikian.
Teruntuk anak-anakku jika orang tua kalian dalam masa sulit saat pandemi, jika kalian harus belajar sambil bekerja. Bersabarlah dan berusahalah melakukan hal itu beriringan. Tetap belajar semaksimal mungkin. Dahulukan sekolahmu, karena menjadi siswa tidaklah lama. Setelah masa sekolahmu selesai maka akan ada waktu yang panjang untuk kalian bekerja dan bermanfaat untuk orang lain.
Mari selalu berdoa nak, agar semua nya cepat pulih seperti sedia kala.
Kami rindu papan tulis yang selalu penuh dengan coretan guru dan kalian selalu berebut untuk menghapusnya.
Pergilah Corona! Pergilah! kami rindu bersua, kami rindu….

Baturan, 12 Januari 2021

Share this:
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Bantuan