BUKAN SEKADAR TIDUR SIANG Mengenal qailulah di SD MPU Colomadu

oleh : Chairunisa’ (Pendamping kelas 1B)

Tidur siang sering kali dianggap sebagai kegiatan sederhana, bahkan mungkin ada yang memandang  sebagai tanda kemalasan.  Padahal istirahat pada siang hari sebenarnya adalah sebagian dari kebiasaan baik yang telah dikenal dalam kehidupan umat Islam. Dalam Islam, terdapat istilah qailulah, yaitu istirahat atau tidur pada waktu siang. Qailulah dikenal dalam tradisi kehidupan masyarakat Muslim pada masa Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa mereka dahulu melaksanakan salat Jumat kemudian melakukan qailulah setelahnya (H.R Bukhari).

Di SD MPU Colomadu, program istirahat siang atau qailulah telah menjadi bagian dari rutinitas yang dilaksanakan selama ini. Sebagai sekolah yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, SD Muhammadiyah Program Unggulan Colomadu berupaya memperhatikan berbagai kebutuhan peserta didik, termasuk kebutuhan untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas belajar.

Sejak pagi anak-anak mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran dan aktivitas yang lain. Mereka belajar, berinteraksi dengan teman, mengikuti kegiatan keagamaan, serta melakukan berbagai aktivitas lainnya. Setelah menjalani rangkaian kegiatan tersebut, tubuh dan pikiran tentu membutuhkan waktu untuk beristirahat. Di sinilah qailulah sangat dibutuhkan untuk mengembalikan stamina mereka. Istirahat bukan berarti malas dan bukan pula berarti membuang waktu. namun qailulah juga merupakan salah satu bentuk menjaga amanah yang Allah Swt berikan kepada kita.

Melalui program qailulah yang telah diterapkan di SD Muhammadiyah Program Unggulan Colomadu, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk beristirahat setelah menjalani berbagai aktivitas. Suasana sekolah pun menjadi lebih tenang pada waktu istirahat tersebut. Anak-anak belajar mengenali bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan energi sebelum kembali melakukan aktivitas berikutnya.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk pembiasaan yang memiliki nilai pendidikan. Anak-anak tidak hanya diajarkan kapan harus belajar dan kapan harus bermain, tetapi juga belajar kapan waktunya beristirahat. Hal sederhana ini sebenarnya mengajarkan sebuah konsep penting yaitu keseimbangan. Seorang anak tidak harus terus-menerus belajar tanpa jeda agar disebut rajin. Ia juga membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga. Setelah beristirahat dengan cukup, anak diharapkan dapat kembali mengikuti kegiatan dengan kondisi yang lebih prima.

Untuk sekolah, penerapan qailulah juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan nilai-nilai Islam melalui kebiasaan sehari-hari. Anak-anak tidak hanya mengenal sunnah melalui buku atau pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat merasakan penerapannya dalam kehidupan mereka di sekolah. Tentu, qailulah tetap perlu dilakukan secara proporsional. Istirahat tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban atau mengurangi kedisiplinan. Justru dengan pengaturan waktu yang baik, istirahat dapat membantu anak memahami arti penting menjaga keseimbangan antara belajar, beribadah, beraktivitas, dan memulihkan tenaga.

Dari sini kita dapat belajar bahwa pendidikan tidak selalu hadir melalui sebuah pelajaran di dalam buku, tetapi  pendidikan dapat juga  hadir melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Qailulah menjadi salah satu contoh bahwa menanamkan nilai Islam kepada anak dapat dimulai dari aktivitas sehari-hari. Anak-anak belajar bahwa mengikuti sunnah Rasulullah SAW bukan hanya tentang mengetahui sebuah ajaran, tetapi juga memahami hikmah dan berusaha menerapkan nilai kebaikannya dalam kehidupan.

Qailulah mungkin terlihat seperti aktivitas sederhana, yakni berhenti sejenak dan beristirahat di siang hari, namun di balik kesederhanaannya terdapat pesan tentang keseimbangan, menjaga kesehatan tubuh, mengatur waktu, dan meneladani kehidupan RasulullahSAW.

Di SD Muhammadiyah Program Unggulan Colomadu, kebiasaan tersebut telah menjadi bagian dari rutinitas sekolah. Semoga program qailulah tidak hanya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memulihkan energi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan kepada mereka bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dalam menjalani kehidupan.

Menjadi anak yang hebat bukan berarti harus selalu aktif tanpa jeda. Anak yang hebat juga perlu belajar kapan waktunya berusaha dan kapan waktunya beristirahat. Semoga melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, tumbuh generasi yang sehat, disiplin, berkarakter, dan senantiasa mencintai serta berusaha meneladani Rasulullah SAW.

Istirahat sejenak, pulikan energi, lalu kembali melangkah dengan semangat.

Share this:
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Bantuan