Oleh: Muhammad Risal Herawanto, S.Pd., Gr. / Guru Matematika
Matematika sering kali dianggap sebagai “tantangan” yang menakutkan bagi sebagian besar siswa. Deretan angka dan rumus yang rumit kerap membuat kening berkerut sebelum pelajaran dimulai. Namun, di SD MPU Colomadu, kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi logika yang luar biasa jika diasah dengan pendekatan yang tepat dan penuh kasih sayang. Artikel ini saya tulis sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para siswa kelas 5-6 dalam menaklukkan tantangan di bidang numerasi.
Sebagai guru yang menemani perjalanan mereka setiap hari, saya melihat bahwa prestasi bukanlah sekadar angka di atas kertas ujian. Prestasi adalah perubahan sikap dari yang semula ragu menjadi percaya diri, dan dari yang semula menyerah menjadi pantang menyerah. Di kelas 5-6 ini, saya menyaksikan sebuah transformasi nyata dalam pelajaran Matematika yang layak menjadi inspirasi bagi kita semua.
Perjalanan meraih prestasi ini dimulai dari pembiasaan di dalam kelas. Kami menerapkan metode pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Siswa tidak hanya diminta menghafal rumus luas permukaan atau volume bangun ruang, tetapi mereka diajak untuk mempraktikkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat mempelajari materi lingkaran, siswa saya ajak untuk mengukur benda-benda di sekitar sekolah, menghitung rasionya, hingga menemukan konsep \phi \approx 3,14 secara mandiri.
Momentum yang paling membanggakan adalah saat beberapa siswa terpilih mewakili sekolah dalam ajang kompetisi matematika tingkat kecamatan maupun kabupaten. Persiapannya tidaklah mudah. Di sela-sela waktu istirahat dan sepulang sekolah, mereka dengan antusias melahap soal-soal olimpiade yang membutuhkan nalar tinggi (Higher Order Thinking Skills). Semangat “fastabiqul khairat” atau berlomba-lomba dalam kebaikan benar-benar tercermin dari cara mereka belajar. Mereka tidak merasa bersaing satu sama lain, melainkan saling membantu dan saling mengajari satu sama lain jika ada teman yang kesulitan memahami sebuah soal logika yang rumit.
Puncak dari kerja keras ini membuahkan hasil yang manis. Tidak hanya membawa pulang piala maupun medali, tetapi nilai rata-rata kelas pada asesmen sumatif juga mengalami peningkatan yang signifikan. Namun, bagi saya, prestasi tertinggi mereka adalah ketika mereka mampu mengerjakan soal dengan jujur dan penuh rasa tanggung jawab. Kejujuran adalah nilai utama yang selalu kami tanamkan di SD MPU Colomadu, karena ilmu tanpa adanya adab, karakter, dan kejujuran akan kehilangan keberkahannya.
Refleksi dan Harapan
Keberhasilan para siswa ini membuktikan bahwa tidak ada pelajaran yang sulit jika dihadapi dengan tekad yang kuat dan doa yang tak putus. Peran orang tua di rumah juga sangat krusial dalam memberikan dukungan moral serta lingkungan belajar yang kondusif. Sinergi antara sekolah dan rumah inilah yang menjadi kunci utama kesuksesan pendidikan karakter dan akademik di sekolah kita tercinta.
Sebagai penutup, saya ingin berpesan kepada anak-anakku kelas 5-6, janganlah pernah merasa puas dengan apa yang telah diraih selama ini. Matematika hanyalah salah satu instrumen untuk melatih ketajaman berpikir kalian. Teruslah belajar, tetaplah rendah hati, dan jadikan setiap ilmu yang didapat sebagai sarana untuk menebar manfaat bagi sesama.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan bagi putra-putri SD MPU Colomadu dalam menuntut ilmu dan menggapai cita-citanya. Semoga kalian tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan mulia dalam berakhlak. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

3 komentar untuk “Kilau Prestasi di Balik Angka: Kisah Inspiratif Pembelajaran Matematika Kelas 5-6”
Semoga prestasi terus mengir sepanjang waktu
MasyaAllah…,sebuah tulisan yang sangat inspiratif. Matematika menjadi pelajaran yang sangat disukai oleh murid.
Semangat selalu ustadz dalam mendampingi dan mendidik anak-anak tuk mengukir prestasi. Barakallahufiikum