Sampah Untuk Kebaikan

 

*_Bule_ Aneh dan Bulepotan*

Istilah _bule_ kita gunakan untukmenyebut orang luar negeri. Saya punya beberapa pengalaman pribadi dengan _bule_. Pengalaman saya ini jangan dijadikan patokan kebenaran menilai _Si Bule._ Bisa jadi pengalaman anda berbeda dengan saya. Kebenaran di dunia bersifat dinamis, hari ini benar besok bisa jadi salah dan sebaliknya. Kebenaran mutlak hanya milik Allah. Kita sebagai manusia hanya berharap semoga saja benar.

Kembali ke _Si Bule._ Saya pakai motor, mereka pakai sepeda, kadang naik becak. Saya ke _mall_ dandan rapi bak model, mereka cuma pakai kolor dan kaos oblong. Saya ke tempat wisata, mereka yang dimintain foto. Saya berenang di pantai masih pakai baju, eh mereka pakai bikini heuheuheu.

Di _instagram_ sudah ratusan foto dan video saya _upload._ _Followers_ ya ratusan lah ada. Pendapatan _like_ dan _comment_ lumayan juga. Saya tidak punya teman _bule_ di _instagram._ Cuma akhir-akhir ini saya sering _posting_ tentang sampah. Bagai tamu tak diundang, tiba-tiba ada beberapa _bule_ yang mampir ke akun _instagram_ saya.

Saya sih tidak ambil pusing, kenal juga tidak. Minta foto? Gila Lu Ndro!!! Saya heran, dari sekian banyak foto dan video yang sudah saya upload, kenapa _bule-bule_ ini hanya menge – _like_ postingan saya tentang sampah. Padahal postingan yang lebih menarik juga ada. Seberharga itukah sampah buat mereka? Dasar _bule_ aneh, sampah saja di _like_, ini bukan _bule_ aneh lagi, tapi bulepotan.

_Wait, wait,_ mereka kan cuma menge – _like._ Padahal saya sendiri malah mengumpulkan sampah. Berarti saya lebih aneh dari mereka wkwkwkwk.

~ Awe ~
(Aneh Dewe)

 

Share this:
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Bantuan