SPEECHLESS
Tri Mulyani
Guru SD MPU
Colomadu Karanganyar
Video akhirussanah silahkan klik https://www.youtube.com/watch?v=Zf4EQMWw-ZU
Speechless artinya tidak dapat berkata – kata,_ adalah ungkapan untuk menyatakan perasaan gembira dan bahagia. Begitulah kondisi perasaan saya hari ini. Acara akhirusannah kelas 6 sekolah kami, SD MPU
Colomadu yang digelar hari ini, Rabu 17 Juni 2020 berjalan lancar dan tepat waktu, meskipun acara itu diputuskan secara mendadak setelah pengambilan pengumuman kelulusan. Hanya ada waktu satu setengah hari untuk mempersiapkannya. Hal itu sempat membuat ketar- ketir hati saya, saya merasa khawatir jika acaranya berantakan
Karena pandemic Covid -19 acara akhirussanah yang sebetulnya sudah direncanakan jauh – jauh hari akan dilaksanakan di sebuah hotel di kota Solo menjadi batal. Pihak sekolah dan orang tua siswa masih belum dapat memutuskan antara mengadakan akhirusannah atau tidak. Acara akhirusannah baru akan dirapatkan setelah pengambilan pengumuman kelulusan pada tanggal 15 Juni 2020
Setelah mengikuti acara pembukaan pengambilan pengumuman kelulusan, saya bersama ustadzah yang lain kembali ke ruangan untuk mengerjakan rapor. Pengambilan pengumuman kelulusan dilayani oleh wali kelas 6A, Ustadzah Dian Kristiyawati, S.Pd dan Wali Kelas 6B Ustadzah Safitri Rohimah, S.Pd. Setelah semua orangtua mengambil pengumuman, acara dilanjutkan dengan rapat untuk membahas pelaksanaan akhirusanah.
Seorang rekan ustadzah memberitahu bahwa saya ditunggu untuk rapat akhirusanah, namun karena sedang meng_input_ nilai maka saya tidak dapat bersegera datang. Saya kemudian menutup file rapor serta mematikan laptop, baru mengikuti rapat. Saya kaget ketika di rapat itu sudah diputuskan bahwa akhirussanah akan dilaksanakan tanggal 17 Juni, artinya hanya tinggal waktu satu hari untuk mempersiapkannya. Acara akan digelar sederhana di lapangan sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Sebuah acara meskipun sederhana, tetapi acara itu melibatkan banyak orang tetap membutuhkan persiapan yang matang. Dalam rapat itu diputuskan bahwa acara dirancang dimulai pukul 07.00 dan selesai pada pukul 09.00 WIB mengingat lokasi acara di lapangan, sehingga acara hiburan yang biasanya diisi oleh siswa kelas 4 dan 5 ditiadakan. Pada acara itu anak – anak memakai hem putih celana hitam sedangkan siswa putri memakai jubah putih berkerudung hitam. Untuk memakai jubah dan toga di acara itu sangat tidak mungkin karena masih harus melakukan fitting, sementara waktu hanya tinggal satu hari. Para siswa pada acara prosesi hanya akan dikalungkan samir.
Perlengkapan yang berupa panggung tanpa atap, kursi dan soundsystem menjadi tanggungjawab anggota POMG laki laki, sementara para ibu anggota POMG mengurusi masalah konsumsi. Panitia dari sekolah mengurusi acara dan perlengkapan siswa yaitu samir dan pin.
Karena ketua panitia akhirussanah yang telah diputuskan beberapa bulan lalu sedang cuti melahirkan, Kepala Sekolah menunjuk saya sebagai penggantinya.
Saya segera berkoordinasi dengan anggota panitia.
Membagi tugas siapa yang menjadi among tamu, pembawa acara, dokumentasi, perlengkapan serta tugas – tugas yang lain. Setelah koordinasi selesai mereka
segera bekerja sesuai bagian masing – masing.
Pagi tadi pukul 06.00 WIB semua ustadz/ Uztadzah dan orang tua yang menjadi panitis sudah datang di sekolah. Para ustadzah nampak anggun dan cantik dengan jubah hitam dan kerudung pink, sementara para ustadz masih memakai kaos karena harus membenahi tempat. Para ustadzsh yang telah rapi tidak segan mengelap kursi untuk duduk para siswa beserta tamu undangan.
Pukul 07.00 Ustadzah Dian memberi pengarahan kepada para siswa bagaimana berjalan menuju panggung untuk dikalungkan samir oleh Kepala Sekolah, Ustadz Mukowim.
Pukul 07.05, saya meminta Ustadzsh Nurul sebagai seksi acara untuk segera memulai. Seperti yang sudah menjadi kesepakatan waktu koordinasi bahwa acara akan dimulai tepat waktu berapapun yang hadir.
Suara mantap menggema dari pembawa acara, Ustadzah Dawimah dan Ustadz Syarif terdengar bergantian membacakan susunan acara. Tidak terdengar suara yang menandakan mereka merasa grogi , meskipun mereka hannya berlatih satu kali. Ustadzah Dawimah yang mungil dan cantik berpasangan dengan Ustadz Syarif yang tinggi dan tampan membuat acara di lapangan itu menjadi terkesan berkelas.
Acara prosesi wisuda diawali dengan sambutan oleh Ustadzah Dian sebagai wali kelas. Suara ustadzah Dian yang dalam keseharian terdengar kecil melengking seperti anak – anak, tidak terdengar di saat memberi sambutan sekaligus memanggil siswa satu persatu bergantian dengan Ustadzah Syafitri. Suara Ustadzah Dian terdengar mantap berwibawa.
Setelah acara kesan pesan siswa yang disampaikan Fatikhah Zahwa Amani siswi kelas VI A, acara ditutup dengan puitisasi dan lagu dari para Ustadzah . Puisi dibacakan oleh Ustadzsh Sari dengan penuh penjiwaan. Para ustadzah menyanyikan lagu berjudul Kisah Klasik, lagu milik Sheila on Seven, sebuah group band asal Yogyakarta.
Kesalahan kesalahsn kecil yang terjadi pada acara itu seperti seorang suswa yang kebingungan ketika harus menuju psnggung serta seorang siswa ysng masih membenahi prlindung muka ketika sudah berada di depan hadirin untuk melakukan hormat adalah menjadi sesuatu yang istimewa, mengingat tidak ada acara gladi kotor dan gladi bersih. Demikian pula ketika para ustadzah menyanyikan lagu sambil melihat lirik lagu Kisah Klasik di handphone mereka masing – masing.
Tidak ada kalimat yang mampu saya susun untuk mengspresia kinerja para ustadz/ ustadzah SD MPU Colomadu. Ucapan terimakasih tidak terhingga saya haturkan kepada seluruh orang tua siswa, terutama yang tergabung di dalam panitia akhirussanah.
Selamat jalan siswa siswi lulusan istimewa, kalian adalah lulusan di masa pandemic Covid- 19. Selamat dan sukses meraih masa depan yang gemilang
————-
Waduk Cengklik, 17 Juni 2020
25 Syawal 1441



2 komentar untuk “Akhirussanah Angkatan X”
Acara yg sungguh luar biasa ini berkat kerjasama apik antara panitya gabungan wali mirid kelas 6A dan 6B yg didukung penuh oleh fihak sekolah. Mereka all out bahu membahu bahkan pemasangan backdrop yg dilakukan hanya diterangi oleh lampu flash dari HP karena dilakukan sudah malam hari dan gelap.
Saat pagi haripun pekerjaan blm selesai panitya & ustadz/ah msh harus menata kursi dan peesiapan lainnya. Dan tepat pd waktu yg siaepakati acarapun dimulai. Acara berlngsung sangat sukses dan khidmat sampai2 pembaca doapun tak mampu menahan air mata sambil menahan rasa haru dan rasa yg membuncah dlm dada.
Selamat kpd para lulusan angkatan X SDMPU Colomadu. Kalian luuuuaaarrrr biassa…
Alhamdulillah Ayah Bunda yang luar biasa juga jazakumullah khair atas kerjasamanya selama ini.