View this post on Instagram Edisha U 23 Jam pelajaran terakhir merupakan jam yang berat untuk murid dan gurunya, karena biasanya energi sudah terkuras habis di awal pembelajaran. Tetapi tidak berlaku di kelas Khadijah (3A). Anak-anak riuh dan bersemangat karena pada saat itu pembelajaran Tematik tentang cara melipat baju dengan benar dan rapi. Tanpa harus berlama-lama menjelaskan teori, anak-anak langsung mempraktikan bagaimana melipat baju dengan benar sesuai petunjuk buku. Suara panggilan anak demi anak mulai terdengar, karena ingin menunjukkan apakah lipatan bajunya sudah rapi atau belum. Anak-anak akan sangat *heboh* jika mendengar kata 'belum rapi' tetapi mereka langsung mengulangi dan berusaha melipat bajunya dengan rapi. Satu per satu murid mulai menunjukkan kemajuan dalam melipat baju. Bahkan ada juga yang harus diberi contoh beberapa kali untuk lebih memahami. Tetapi itu bukan masalah, karena setiap anak memiliki proses belajar tersendiri. Anak-anak akan merasa gembira dan bersorak sorai jika sang guru berkata "iya sudah rapi 👍" yang mengundang kebahagiaan juga untuk sang guru.. Belajar bisa dimulai dari hal yang sederhana. Hargai setiap proses belajar, karena setiap anak adalah *bintang* By @vitasarirusady #sdmpucomunity #vidgram #Karanganyar #Colomadu #Boyolali #sukoharjo #klaten #genz #generasiulilalbab A post shared by SD MPU (@sd.mpu_colomadu) on Oct 18, 2019 at 9:05am PDT
Edisha U 23 Jam pelajaran terakhir merupakan jam yang berat untuk murid dan gurunya, karena biasanya energi sudah terkuras habis di awal pembelajaran. Tetapi tidak berlaku di kelas Khadijah (3A). Anak-anak riuh dan bersemangat karena pada saat itu pembelajaran Tematik tentang cara melipat baju dengan benar dan rapi. Tanpa harus berlama-lama menjelaskan teori, anak-anak langsung mempraktikan bagaimana melipat baju dengan benar sesuai petunjuk buku. Suara panggilan anak demi anak mulai terdengar, karena ingin menunjukkan apakah lipatan bajunya sudah rapi atau belum. Anak-anak akan sangat *heboh* jika mendengar kata 'belum rapi' tetapi mereka langsung mengulangi dan berusaha melipat bajunya dengan rapi. Satu per satu murid mulai menunjukkan kemajuan dalam melipat baju. Bahkan ada juga yang harus diberi contoh beberapa kali untuk lebih memahami. Tetapi itu bukan masalah, karena setiap anak memiliki proses belajar tersendiri. Anak-anak akan merasa gembira dan bersorak sorai jika sang guru berkata "iya sudah rapi 👍" yang mengundang kebahagiaan juga untuk sang guru.. Belajar bisa dimulai dari hal yang sederhana. Hargai setiap proses belajar, karena setiap anak adalah *bintang* By @vitasarirusady #sdmpucomunity #vidgram #Karanganyar #Colomadu #Boyolali #sukoharjo #klaten #genz #generasiulilalbab
A post shared by SD MPU (@sd.mpu_colomadu) on Oct 18, 2019 at 9:05am PDT
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Nama*
Surel*
Situs Web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.