Penulis: Ustadzah Hikmah Rofiatul Khasanah (Guru Pendamping Kelas 1B)
Pendidikan tidak hanya tentang penguasaan materi akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Salah satu aspek penting dalam pendidikan karakter adalah mengajarkan adab kepada siswa. Adab merupakan pondasi moral yang membimbing anak dalam bersikap, bertindak, dan berinteraksi dengan lingkungan. Di era modern, kemampuan akademik saja tidak cukup tanpa pemahaman adab yang baik[1].Di SD Muhammadiyah Program Unggulan Gedongan Colomadu, pendidikan adab menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Sekolah ini berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada para siswa agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang santun, berakhlak baik, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Adab merupakan tata krama, sikap, dan perilaku baik yang mencerminkan akhlak seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, adab memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi cerminan dari keimanan seseorang. Mengajarkan adab sejak dini sangat penting karena masa anak-anak merupakan masa pembentukan karakter. Pada usia sekolah dasar Pendidikan adab dan akhlak merupakan bagian penting dari pembentukan karakter anak. Dalam kehidupan sehari-hari, adab dan akhlak menjadi dasar dalam berinteraksi dengan orang lain, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Menanamkan akhlak dan adab sejak dini sangatlah krusial, karena fase perkembangan anak pada usia dini adalah waktu yang paling efektif untuk membentuk karakter dan nilai-nilai moral yang akan dibawa hingga dewasa.[2] Oleh karena itu, sekolah memiliki peran penting dalam membantu orang tua membimbing anak agar memiliki akhlak yang baik.
Di SD Muhammadiyah Program Unggulan Gedongan Colomadu, pendidikan adab tidak hanya diajarkan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kegiatan di sekolah diarahkan untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Para siswa dibiasakan untuk mengucapkan salam ketika bertemu dengan guru maupun teman. Mereka juga diajarkan untuk bersalaman dengan guru sebagai bentuk penghormatan. Selain itu, siswa selalu diajak untuk membaca doa sebelum dan sesudah belajar, sehingga mereka terbiasa mengingat Allah dalam setiap aktivitas yang dilakukan.
Pembiasaan lain yang diterapkan di sekolah adalah bersikap sopan dalam berbicara, tidak berkata kasar, serta menghargai pendapat baik guru maupun teman. Siswa juga diajarkan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga fasilitas sekolah dengan baik. Melalui kebiasaan-kebiasaan kecil ini, siswa belajar untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan.
Selain pembiasaan siswa diatas, guru memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai adab kepada siswa. Di SD Muhammadiyah Program Unggulan Gedongan Colomadu, para guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan bagi para siswa. Sikap sabar, ramah, dan penuh kasih sayang yang ditunjukkan oleh para guru menjadi contoh nyata bagi siswa dalam berperilaku. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat. Oleh karena itu, ketika guru menunjukkan sikap sopan, menghargai orang lain, serta berbicara dengan bahasa yang baik, siswa akan belajar untuk melakukan hal yang sama. Pendekatan yang penuh perhatian dan kelembutan juga membantu siswa merasa nyaman sehingga mereka lebih mudah menerima nasihat dan bimbingan dari guru.
Selain itu, guru juga memberikan arahan dan pengingat kepada siswa apabila mereka melakukan kesalahan. Teguran yang diberikan dengan cara yang baik dan mendidik akan membantu siswa memahami kesalahan mereka serta belajar untuk memperbaikinya.
Dalam pembentukan adab dan akhlak siswa di SD Muhammadiyah Program Unggulan Gedongan Colomadu berusaha menciptakan suasana sekolah yang religius, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan karakter siswa. Berbagai kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, serta kegiatan pembinaan karakter Islami menjadi bagian dari program sekolah. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan akhlak dalam kehidupan mereka.
Lingkungan sekolah yang positif akan membantu siswa untuk terbiasa melakukan hal-hal yang baik. Ketika mereka melihat teman-temannya bersikap sopan dan menghormati guru, mereka akan terdorong untuk melakukan hal yang sama.
Pengembangan pendidikan adab yang baik memerlukan peran aktif dari semua pihak, termasuk guru dan orang tua. Guru sebagai pendidik utama di sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan nilai-nilai adab kepada siswa. Selain itu, orang tua juga harus berperan serta dalam memperkuat nilai-nilai adab yang telah diajarkan di sekolah, sehingga tercipta keselarasan dalam pendidikan karakter anak.[3] Melalui komunikasi yang baik antara guru dan orang tua, perkembangan sikap dan perilaku siswa dapat dipantau bersama. Dengan demikian, proses pendidikan adab dapat berjalan secara berkesinambungan baik di sekolah maupun di rumah.
SD Muhammadiyah Program Unggulan Gedongan Colomadu terus berupaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang Dengan kolaborasi pendidikan ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter, sekolah berharap dapat mencetak generasi Ulil Albab dan berakhlak mulia.
Melalui pembiasaan adab sejak dini, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Dengan akhlak yang baik sebagai pondasi utama, mereka akan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan dengan sikap yang bijaksana dan penuh tanggung jawab.
[1] masoemuniversity.ac.id › artikel › mengajarkan-adab-kepada
[2] https://ybis.sch.id/blog/menumbuhkan-adab-pada-usia-dini/

2 komentar untuk “Mengajarkan Adab Sejak Dini di SD Muhammadiyah Program Unggulan Gedongan Colomadu”
InsyaAllah…murid-murid SD MPU aksn bertumbuh menjadi anak-anak yang beradab dan berilmu
Mendidik adab butuh waktu dan kesabaran, mendidik itu tidak mendadak