View this post on Instagram Ibu – Hati yang terluka ________________________ Kau tau apa Bu? Ah, ibu? Demikian lengkingan hardikan putra mu Aku telah lupa ibu … Lupa saat engkau rela tertahan dalam gelap Lupa saat engkau rela mengosongkan perutmu saat lapar Lupa saat engkau terjaga meski kau terluka Kini aku menyesalinya ibu… Menyesali setiap lenguhan ku… Menyesali setiap cemoohan ku… Menyesali setiap teriakan ku… Padamu ibu… Iya padamu ibu… Padamu seorang wanita yang berpunggung baja yang membuat putramu sarjana Seorang wanita yang lutut nya tak goyah saat menimang putramu hingga lelap Padamu wanita yang luar biasa… Ibu…. Kasihanilah aku sekali lagi ibu… Aku ingin menjagamu selaiknya kau menjagaku Ibu…. Bangun ibu… Bangun ibu… Aku mohon bangunlah ibu… Aku ingin membelikan ibu bakso yang ibu minta 10 tahun lalu Aku ingin mengajak ibu ke tempat yg ibu pinta 15 tahun lalu Aku ingin mengabulkan permintaan ibu untuk berfoto bersamaku 20 tahun lalu Ibu …. Betapa bodohnya aku ibu Betapa ruginya aku ibu Betapa celakanya aku ibu Ibu… Ibu… Ibu… Maafkan putramu ibu Maafkan putramu yang selalu menggoreskan luka di hatimu Namun Waktu tak mungkin berputar kembali Ibu Meski terlambat ijinkan putramu Istiqomah dalam berhijrah Agar aku bisa menjadi amal jariyahmu Brilianita K.W Blulukan, 22 Desember 2018 #SDMPU #SelamatHariIbu A post shared by SD MPU (@sd.mpu_colomadu) on Dec 21, 2018 at 7:06am PST
Ibu – Hati yang terluka ________________________ Kau tau apa Bu? Ah, ibu? Demikian lengkingan hardikan putra mu Aku telah lupa ibu … Lupa saat engkau rela tertahan dalam gelap Lupa saat engkau rela mengosongkan perutmu saat lapar Lupa saat engkau terjaga meski kau terluka Kini aku menyesalinya ibu… Menyesali setiap lenguhan ku… Menyesali setiap cemoohan ku… Menyesali setiap teriakan ku… Padamu ibu… Iya padamu ibu… Padamu seorang wanita yang berpunggung baja yang membuat putramu sarjana Seorang wanita yang lutut nya tak goyah saat menimang putramu hingga lelap Padamu wanita yang luar biasa… Ibu…. Kasihanilah aku sekali lagi ibu… Aku ingin menjagamu selaiknya kau menjagaku Ibu…. Bangun ibu… Bangun ibu… Aku mohon bangunlah ibu… Aku ingin membelikan ibu bakso yang ibu minta 10 tahun lalu Aku ingin mengajak ibu ke tempat yg ibu pinta 15 tahun lalu Aku ingin mengabulkan permintaan ibu untuk berfoto bersamaku 20 tahun lalu Ibu …. Betapa bodohnya aku ibu Betapa ruginya aku ibu Betapa celakanya aku ibu Ibu… Ibu… Ibu… Maafkan putramu ibu Maafkan putramu yang selalu menggoreskan luka di hatimu Namun Waktu tak mungkin berputar kembali Ibu Meski terlambat ijinkan putramu Istiqomah dalam berhijrah Agar aku bisa menjadi amal jariyahmu Brilianita K.W Blulukan, 22 Desember 2018 #SDMPU #SelamatHariIbu
A post shared by SD MPU (@sd.mpu_colomadu) on Dec 21, 2018 at 7:06am PST
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Nama*
Surel*
Situs Web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.